Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang menerima kunjungan LPM Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy), Jombang, pada Rabu (3/12/2025). Pertemuan yang berlangsung di ruang rapat lantai 6 Gedung Dekanat Kampus I Sampangan itu menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai pengelolaan penjaminan mutu di perguruan tinggi.
Kunjungan tersebut dilakukan sebagai upaya Unhasy untuk memperkuat sistem penjaminan mutu internal serta mempelajari praktik-praktik yang telah diterapkan Unwahas, terutama setelah Unwahas berhasil meraih predikat Unggul pada sejumlah unit akademik.
“Unwahas Unggul Karena Dipaksa”
Dalam sambutannya, Wakil Rektor I Unwahas, Dr. Nur Cholid, M.Ag., M.Pd., menyampaikan refleksi mengenai perjalanan penguatan mutu di kampus tersebut. “Unwahas ini unggul karena dipaksa. Dengan paksaan itu, lama-lama kami terbiasa. Dan kuncinya ada di penjaminan mutu,” ujarnya.
Ia menekankan bahwa akreditasi bukanlah rutinitas lima tahunan, melainkan proses panjang yang perlu dirancang sejak awal agar dapat memenuhi bahkan melampaui Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN-Dikti). “Kami menyambut rombongan Unhasy dengan hangat. Bagaimanapun, Unhasy bagian dari Great Heroes, selain Unwahas dan UIN Gusdur. Semoga praktik baik di Unwahas dapat menjadi rujukan bagi Unhasy untuk meraih predikat Unggul.”
Unhasy: Penjaminan Mutu Tulang Punggung Kampus
Kepala LPM Unhasy, Ikadek Dwi Nuryana, S.T., M.Kom., menyampaikan bahwa pihaknya datang ke Unwahas atas instruksi langsung Rektor Unhasy. “Kami menyadari penjaminan mutu adalah tulang punggung perguruan tinggi. Ketika kami menemui kebuntuan, Pak Rektor segera meminta kami belajar ke Unwahas,” katanya.
Ia berharap kunjungan ini memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai bagaimana Unwahas membangun ekosistem mutu yang terancang dan konsisten. “Kami ingin mengambil manfaat dan praktik baik yang ada di Unwahas untuk kami implementasikan secara by design sejak awal.”
Budaya Mutu sebagai Kunci
Ketua LPM Unwahas, Dr. Darmanto, S.T., M.Eng., menambahkan bahwa penjaminan mutu merupakan pekerjaan berat namun sangat penting bagi keberlanjutan sebuah perguruan tinggi. “Penjaminan mutu berjalan bila sudah menjadi tradisi atau budaya mutu. Tugas kami memastikan seluruh stakeholder memperoleh kepuasan dari layanan yang diberikan,” ujarnya.
Pertemuan berlangsung dalam suasana terbuka dengan sesi diskusi yang membahas berbagai aspek pengelolaan mutu, mulai dari perencanaan, implementasi, hingga evaluasi secara berkelanjutan.
Kunjungan ini diharapkan memperkuat kerja sama antara kedua perguruan tinggi dalam mengembangkan budaya mutu serta mengoptimalkan tata kelola akademik yang berkelanjutan.
