Semarang,– Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) menggelar Workshop Kurikulum Outcome Based Education (OBE) pada Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini diikuti para Ketua Program Studi Unwahas dan bertujuan meningkatkan pemahaman serta implementasi kurikulum berbasis Learning Outcomes yang terukur dan relevan.
Pembukaan acara dilakukan oleh Dr. Khanifah, S.E., M.Si., Akt., C.A., CSRS., Wakil Rektor Bidang II Unwahas. Dalam sambutannya, ia berharap agar materi yang disampaikan dapat menjadi dasar yang kuat untuk menyusun kurikulum yang “aplicable, dan ramah dosen.” Pernyataan ini mencerminkan harapan lembaga agar inovasi kurikulum tidak hanya teoritis, tetapi dapat diterapkan di lingkungan pengajaran kampus.
Sebelum sambutan resmi, Ketua Lembaga Penjaminan Mutu Dr. Darmanto, S.T., M.Eng. membuka diskusi dengan menyoroti pentingnya pemahaman OBE di institusi pendidikan tinggi. “Mumpung ada pakarnya, bagaimana kurikulum OBE ini…” ujarnya, mengajak peserta untuk menggali lebih dalam prinsip dan praktik kurikulum berbasis capaian.
Narasumber utama pada workshop adalah Prof. Dr. Budiyono Saputro, M.Pd dari Universitas Islam Negeri (UIN) Salatiga. Dalam sesi materi, ia memaparkan bahwa Outcome Based Education (OBE) adalah pendekatan kurikulum yang menempatkan hasil belajar atau capaian lulusan sebagai fokus utama penyusunan pembelajaran. Berbeda dengan pendekatan tradisional yang sering menitikberatkan pada jumlah materi atau jam pengajaran, OBE mengharuskan rancangan kurikulum, strategi pembelajaran, dan asesmen diselaraskan dengan kompetensi yang harus dimiliki mahasiswa saat lulus.
“penting bapak/Ibu untuk membuka kembali peraturan KKNI dan SN Dikti No. 39”
Prinsip ini sejalan dengan tuntutan pendidikan tinggi modern yang menekankan keterampilan, pengetahuan, dan sikap (knowledge, skills, attitude) agar lulusan siap bersaing di dunia kerja maupun memenuhi standar akreditasi nasional maupun internasional.
Workshop yang berlangsung sehari tersebut mencakup sesi diskusi teknis tentang perancangan bagaimana merancang dokumen kurikulum, mulai dari Profil Lulusan (PL) hingga sub CPMK serta strategi evaluasi yang sesuai dengan model OBE. Para peserta terlibat aktif dalam tanya jawab dan studi kasus, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap perubahan paradigma kurikulum ini.
Dengan terselenggaranya workshop, Unwahas menunjukkan komitmennya untuk memperkuat kualitas akademik melalui pendekatan pendidikan yang berorientasi pada hasil belajar, sekaligus menjawab kebutuhan dunia profesional dan perkembangan pendidikan tinggi di era modern.
